Lifestyle, Sex Islami

3 Hal yang dilarang saat berhubungan suami isteri [jima’] dalam Islam

NOORMUSLIMA.COM- Berhubungan intim antara suami isteri yang seharusnya membuahkan pahala akan mengakibatkan dosa bila melanggar hukum IslamPaus Francis Mencuci Kaki Muslim dalam Upacara Suci, Simbol Harapan Hubungan Lebih Baik dengan Islam?. Read more ... » sebagaimana disunahkan RasulullahMenelusuri Sejarah Masjid Jin di Mekkah. Read more ... ». Berikut adalah 3 hal yang di larang saat berhubungan suami isteri atau jima dalam Islam.

1. Jima’ saat isteri dalam keadaan haid

“Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari perempuanSerukan Pelecehan Terhadap Kasir Perempuan, Penulis Saudi Dikecam. Read more ... » di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allâh kepadamu. Sesungguhnya Allâh menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah/2: 222)

2. Jima’ lewat jalan belakang (anal)

Dari Abi Hurairah Radhiallahu’anhu. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Dilaknat orang yang menyetubuhi wanitaBolehkah Menisbatkan Nama Suami di Belakang Nama Istri?. Read more ... » di duburnya”. (HR Ahmad, Abu Daud dan An-Nasai)

Dari Amru bin Syu’aib berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Orang yang menyetubuhi wanita di duburnya sama dengan melakukan liwath (sodomi) kecil.. (HR Ahmad)

3. Jima’ dengan tidak menggunakan penutup/ telanjang

Dari ‘Atabah bin Abdi As-Sulami bahwa apabila kalian mendatangi istrinya (berjima’), maka hendaklah menggunakan penutup dan janganlah telanjang seperti dua ekor himar. (HR Ibnu Majah) (17732)

The following two tabs change content below.

manager

Biografi manager.....

Latest posts by manager (see all)

Recommended

1 Comment

  • dedi 02/10/2013 at 20:01

    Benarkah dilarang bertelanjang ketika jima?
    Saya harap dilihat lagi kedudkan hadits untuk poin3 di atas,

    Seorang sahabat yang bernama Mu’awiyah bin Haidah Al-Qusyairy pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

    “Ya Rasulullah, aurat kami manakah yang harus kami tutup dan manakah yang boleh kami buka?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    احْفَظْ عَوْرَتَكَ إِلَّا مِنْ زَوْجَتِكَ أَوْ مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ

    Artinya: “Tutuplah auratmu kecuali dari istrimu atau budak perempuanmu.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzy, dan Ibnu Majah, dan dihasankan oleh Syeikh Al-Albany)

    Reply

Leave a Comment