Lifestyle, Sex Islami

Bolehkah Berhubungan Intim Ketika Isteri Sedang Hamil ?

NOORMUSLIMA.COM- Berhubungan intim bagi pasangan yang halal adalah salah satu bentuk ibadah. Disinilah kemuliaan Islam ketika kenikmatan badani yang sah diganjar pahala. Namun kondisi-kondisi tertentu perlu diindahkan demi kebaikan kedua belah pihak suami dan isteri.

Kehamilan tentu di alu-alukan oleh sebuah keluarga. Buah cinta kasih dan penerus generasi sebuah keluarga. Bagaimana pengaruh kehamilan bagi hubungan intim antara suami isteri?

Dibolehkan bagi seorang suami untuk melakukan hubungan intim dengan istrinya yang sedang hamil kapanpun, sesuai keinginannya. Sedangkan yang diharamkan adalah seorang suami melakukan hubungan intim dengan istrinya ketika haid, nifas ihrom. Namun jika hal itu bisa membahayakan janin yang sedang dikandung maka haram bagi suami untuk melakukan sesuatu yang membahayakan istrinya. Kemudian, jika dalam kondisi tidak membahayakan, hanya saja sangat memberatkan istrinya maka yang lebih baik adalah tidak melakukan hubungan intim. Karena tidak melakukan sesuatu yang memberatkan sang istri, merupakan bentuk pergaulan yang baik kepada istri. Allah berfirman:

وَعَاشِرُوْهُنَّ بِالمَعْرُوْفِ

Pergaulilah istrimu dengan baik.” (QS. An-Nisa’ : 19)

Namun tentu saja mencampuri istri di masa hamil dibolehkan selama tidak menimbulkan mudhorot atau bahaya.

Menurut ahli andrologi dan seksologi, Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, hubungan seksual selama hamil tetap boleh dilakukan. “Tapi, pada tiga bulan pertama kehamilan, sebaiknya frekuensi hubungan seksual tak dilakukan sesering seperti biasanya,” ujar peneliti di bidang reproduksi dan seksualitas manusia ini. Pasalnya, jika hubungan seksual dipaksakan pada masa tiga bulan pertama usia kehamilan, dikhawatirkan bisa terjadi keguguran spontan.

Selain tiga bulan pertama kehamilan, pasangan sebaiknya juga lebih berhati-hati dalam melakukan hubungan seksual pada saat tiga bulan menjelang waktu melahirkan. Sebab, menurut Wimpie, dikhawatirkan terjadi kelahiran dini

“Pada saat wanita mencapai orgasme, terjadi kekejangan pada otot seluruh tubuh, termasuk otot rahim. Nah, kekejangan otot rahim yang terlalu kuat inilah yang bisa mengakibatkan keguguran. Tak jarang, wanita yang tengah hamil mengalami perdarahan setelah berhubungan badan,” jelas Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bali ini.

Yang perlu diperhatikan oleh pasangan suami-istri ialah hubungan seksual tak bisa dilakukan hanya demi kepentingan salah satu pihak. Entah itu pihak suami maupun pihak istri semata. Dengan begitu, penting bagi pasangan untuk mengatur kapan saat berhubungan seksual. Dengan kata lain, disesuaikan kondisi pasangan.[berbagaisumber] (9227)

Recommended

2 Comments

  • Cinta Abadi 23/02/2014 at 14:12

    Apakah dampak disat berhubungan intim d-sat sang istri tngah hamil muda mengeluarkan darah,& apakah itu berbahaya,….?dan apakah pencegahnya agar tidak terjadi hal" yang tidak kami inginkan.
    (Tks)

    Reply

    • manager 03/03/2014 at 22:49

      Jika hamil muda berhubungan intim, sangat rawan keguguran. Karena rahim wanita pada usia 2 minggu hingga 3 bulan belum cukup kuat. adapun jika pada kehamilan diatas 5 bulan, jika berhubungan intim bisa menyebabkan kontraksi pada janin. Resikonya janin bisa saja lahir sebelum waktunya atau prematur. Jika memang sudah tidak bisa ditahan, bisa saja berhubungan intim dengan cara memberi pengertian pada suami agar melakukan penetrasi secara pelan-pelan.Semoga bermanfaat.

      Reply

Leave a Comment