Fiqih

Haruskah Melunasi Bunga Hutang ke Rentenir?

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Semoga Ustadz sehat selalu dalam lindungan Allah. Mohon penjelasan Ustadz, bagaimana hukumnya jika kita tidak mampu membayar bunga hutang kepada rentenir. Apakah kita berdosa bila mengingkari, atau, tidak membayarnya, atau kita tetap wajib membayarnya? Sedangkan pokok hutangnya sudah terbayar. Dulu saya meminjam karena sudah tidak ada jalan keluar, tapi setelah sekian lama saya membayar kok katanya tidak habis-habis bunganya padahal saya sudah membayar hampir lebih dari dua kali lipat dari pokok. Terimakasih ustadz atas penjelasannya. (EN-HongkongHalal Bi Halal Bersama IKJHI IndoHikers Dan Majalah Noormuslima. Read more ... »)

Jawaban:

Walaikumsalam Wr. Wb.

Saudari EN, menyoal model interaksi pinjaman kepada rentenir, jelas jadi pilihan terburuk sepanjang hidup. Sebab, berhutang, lalu dibebani keharusan untuk bayar hutang beserta bunganya, adalah ketentuan mencekik. Mengatasi masalah, dengan menciptakan masalah yang jauh lebih besar. Itu mengapa, bunga pinjaman, oleh IslamIslam Agama Aman dan Damai. Read more ... » disebut riba. Karena, melebihkan angka modal, yang harus dikembalikan peminjam. Apalagi, apabila kelipatan bunga menjadi lebih besar dari uang awal yang dipinjam. Bukan cuma rentenir yang berdosa, tetapi orang yang meminjam, dengan mengetahui bahwa pinjaman itu bakal berbunga juga bersalah. Saudari EN, yang menyadari hal itu, kemudian menyatakan diri bertaubat adalah keputusan tepat.

Yang menjadi masalah, apakah proses transaksi pengembalian pinjaman atau bunga pinjaman haruskah berlanjut atau bisakah berhenti, tatkala satu pihak insaf. Hanya perlu digarisbawahi, bahwa keinsafan terhadap kesalahan itu bukan semata dilatarbelakangi kita yang merasa dirugikan. Agar lebih berarti, kesadaran kita bahwa sistem riba melalui transaksi bunga pinjaman adalah larangan Allah.

Persoalan itu dijelaskan oleh Al-Quran, “tetapi, jika kamu bertaubat, maka kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak zhalim (merugikan) dan tidak dizhalimi (dirugikan)”, (Q.S. Al-Baqarah: 279). Taubat berarti tetap melunasi hutang. Taubat bukan dengan pengertian bahwa kewajiban mengembalikan uang gugur. Jumlah pinjaman yang wajib kita kembalikan adalah sejumlah yang kita pinjam di awal. Itulah pokok harta (modal).

Kita tidak boleh membayar bunga pinjaman. Itu bukan kewajiban, sebab telah salah menurut pandangan Islam. Artinya dosaAC dan Dosa. Read more ... » membayar bunga hutang. Akan tetapi, apabila orang yang meminjam dipaksa harus membayarnya, oleh suatu kondisi yang begitu memaksanya, misalkan, ancaman penjara bertahun-tahun, atau keselamatan jiwanya terancam, ia tidak berdosa melunasi bunga hutang itu. Ini pendapat yang paling kuat di kalangan ulama fikihMakna Bulan Haram. Read more ... » mazhab Hanafi dan Syafi’i. Menurut pandangan mereka, bahwa hukuman penjara bertahun-tahun terkategori darurat dan terpaksa. Dengan demikian perlu menilik kembali, transaksi awal ketika peminjaman, prosedural peraturan undang-undang yang berlaku di suatu tempat, agar dapat ditimbang, antara maslahat dan mudharat yang ditimbulkan jika bunga pinjaman itu tidak dilunasi. Wallahu a’lam.
 Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb. 

Taryudi, Lc.

  (1636)

p5rn7vb

Recommended

Leave a Comment