Fiqih

Hukum Isteri Bantu Saudara Sendiri dengan Penghasilan Pribadi?

Assalamu ‘alaikum

Apa hukumnya membantu keluarga sendiri dengan penghasilan pribadi namun tanpa sepengetahuan suami? Karena keluarga saya masih belum mandiri dan saya adalah anakSemangati Prestasi Anak Dengan Memberi Pujian. Read more ... » tertuaWanita Tertua di Dunia Berusia 119 Tahun di Temukan di Afsel. Read more ... » sedang ayah sudah renta dan tidak bisa menafkahi keluarga lagi. Bila saya memberitahu suami saya, beliau kurang berkenan. Terimakasih.

Imah, HongkongKisah Hikmah Ramadhan Di Ranah Rantau Hongkong. Read more ... »

Walaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

Mbak Imah yang dirahmati Allah. Pertama, konteks persoalan yang sekarang dihadapi adalah bagaimana membina keharmonisan biduk rumah tangga, agar senantiasa terkayuh tenteram dan damai dengan tetap memelihara hubungan baik dengan sesama kerabat sebagai bagian kepedulian. Karena, di suatu saat bisa jadi kita yang membutuhkan bantuan.

Kedua, mengenai hukum membelanjakan harta sendiri, penghasilan pribadi, tetapi suami tidak tahu proses pembelajaan harta itu, perlu dikorelasikan dahulu dengan kewajiban nafkah suami terhadap isteri dan soal kepatuhan isteri yang menjadi hakDalam Islam, Bolehkah Menuntut Pemenuhan Hak?. Read more ... » tertinggi suami menurut ajaran IslamIslam Agama Aman dan Damai. Read more ... ».

1. Suami wajib menafkahi isteri. Jika isteri bekerjaPerempuan di 15 Negara Wajib Memiliki Ijin Dari Pasangan Untuk Bekerja. Read more ... » (berpenghasilan sendiri) seperti menjadi wanitaBolehkah Menisbatkan Nama Suami di Belakang Nama Istri?. Read more ... » karier, dsb., dan suami mengizinkannya bekerja maka suami masih berkewajiban menafkahi isteri. Jika suami tidak mengizinkan isteri bekerja, tapi isterinya tetap memaksa bekerja, maka dengan begitu suami tidak lagi punya kewajiban menafkahi isteri. Demikian ditulis Dr. Wahbah Zuhaili, dalam kitab FikihMakna Bulan Haram. Read more ... » Islam wa Adillatuhu (Fikih Islam dan Dalilnya). Harta yang dihasilkan isteri, adalah hak sepenuhnya isteri, yang tidak kemudian menghilangkan kewajiban suami untuk memberi nafkah. Suami jangan pula berpangku tangan, dan sebaliknya malah dihidupi oleh isteri. Dalam tatanan realitas, alangkah baiknya isteri tetap menjalin komunikasi baik dengan suami sebagai manifestasi kepercayaan dan wujud ungkapan cintaNestapa itu Bernama Cinta. Read more ... » yang tulus perihal harta yang didapatnya.

2. Suami memiliki hak untuk dipatuhi oleh isteri, selama bentuk kepatuhan itu tidak keluar dari aturan Islam. Selama suami benar-benar memenuhi hak-hak isteri dan memenuhi tanggungjawabnya. Suami adalah pemimpin/imam dalam rumah tangga. Ia yang bertanggungjawab terhadap keberislaman keluarga, menuntun isteri dan anak-anaknya untuk menjadi orang-orang yang taat dan bertakwa. Itu mengapa kemudian Rasulullah bersabda: “Jika aku diperintahkan agar seseorang bersujud pada orang lain, maka pasti aku akan memerintahkan seorang isteri bersujud pada suaminya“. (H.R. Turmudzi). Di hadits yang lain beliau bersabda: “Bila seorang isteri meninggal dunia, dan suaminya meridhoi kepergiaannya, isterinya akan dimasukkan dalam surga”.  (H.R. Ibnu Majah, dan Turmudzi). Dua hadits ini mengisyaratkan betapa seorang isteri mutlak mesti menghormati hak-hak suami dan berusaha memelihara kepercayaan dengan menjadikannya sebagai tempat berembuk.

3. Membantu kerabat yang sangat membutuhkan. Tentu saja itu hal yang terpuji. Tidak dilarang oleh syariat. Malah dianjurkan bersedekah pada keluarga dan kerabat sendiri karena mereka yang semestinya diprioritaskan jika kita memiliki kemampuan membantu. Karena harta yang digunakan untuk membantu adalah harta isteri, maka jelas itu hak isteri yang tidak bisa diganggu gugat oleh suami.

Namun, barangkali suami juga memiliki pertimbangan yang lain sehingga kurang berkenan. Kalau pertimbangannya karena suami yang belum mampu memenuhi kebutuhan keluarga dan menyandarkan sebagian pemenuhannya pada penghasilan isteri, maka itu persoalan lain. Maksudnya, apa yang dilakukan oleh isteri adalah sedekah untuk suaminya. Dan, justru suamilah yang harusnya bersyukur oleh kelapangan isteri. Kalau pertimbangannya karena unsur hatiSebuah Pilihan Hati. Read more ... » (tidaksukaan) dan sebagainya, maka sifat buruk seperti itu sebaiknya dipupus. Diganti dengan semangat untuk membantu orang lain apalagi kerabat sendiri. Insya Allah, dengan bersedekah harta kita tidak akan berkurang. Allah berjanji akan melipatgandakan harta yang kita sedekahkan di jalan Allah secara tulus dan tidak mengharap pujian manusia. Wallahu a’lam. (1604)

Recommended

Leave a Comment