Lifestyle, Sex Islami

Hukum Menonton Film Porno Bagi Pasutri Dalam Islam

Oleh: Ustad Taryudi, Lc.

NOORMUSLIMA.COM-Pertumbuhan teknologi yang kian berkembang pesat telah menfasilitasi dan mengakomodasi berbagai kepentingan maupun kebutuhan manusia. Apakah keperluan itu bersifat abstrak dan konkret, atau keperluan yang sekadar memenuhi keinginan semata, sekunder. Sebagai pengakses dan pengguna fasilitas teknologi itu, kita senantiasa dihadapkan pada dua sudut pandang mengenai kemajuan tersebut, sisi positif dan negatif. Maka teknologi dipandang positif bila didayagunakan sebagai fasilitator (sarana) yang memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Sebaliknya, jika keberadaan teknologi justeru digunakan untuk menciptakan malapetaka bagi keberlangsungan hidup manusia, sudah harus dilakukan upaya preventif dan langkah penanggulangan.

Sebagai seorang muslim, barometer mengukur dua variabel positif dan negatif itu sangat mudah. Oleh karena di dalam IslamHasil Survei di Negara Muslim, Ingin Hukum Syariah Islam di Terapkan. Read more ... » telah ada aturan integral yang mengatur seluruh lini kehidupan kita, yaitu Al-Quran dan sunnah Rasul. Termasuk mengenai standar sampai pada batas manakah akses teknologi itu dibolehkan menurut sudut pandang syariat Islam. Industri informasi dan kemajuan teknologi yang kini kita bahas adalah industri film'Mariam', Film Tentang Wanita Suriah Raih Berbagai Penghargaan. Read more ... » porno. Sebuah sajian dalam bentuk dokumenter yang menyuguhkan adegan hubungan seksual antara lelaki dan wanitaParamitha Rusady, Wanita adalah Pendidik Hakiki. Read more ... » atau antara sesama jenis.

Syariat Mengharamkan Pornoaksi

Substansi persoalan film porno terletak pada eksploitasi aurat wanita dan lelaki, serta perilaku hubungan intim yang dipertontonkan, baik sengaja sebagai konsumsi publik atau tidak. Batasan aurat sebagaimana para ulama sepakati yaitu, aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali telapak tangan dan wajah. Aurat lelaki antara pusat hingga lutut. Aurat tersebut haram diperlihatkan bagi yang bukan mahramnya. Oleh karenanya, Allah Swt. memerintahkan agar wanita muslimahLisa Vogl, Telah Berkerudung Bahkan Sebelum Masuk Islam. Read more ... » menutupi auratnya. (Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anakPengaruh Televisi Terhadap Kemampuan Anak. Read more ... »-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka)”. (QS. Al-Ahzab: 59).

Maka, karena alasan aurat itulah, Allah melengkapi penjelasan terkait masalah tersebut dalam Al-Quran. Di mana seorang muslim dilarang melihat aurat wanita muslimah atau sebaliknya, bahkan pada batasan yang lebih spesifik, sesama jenis pun tidak dibenarkan memperlihatkan aurat vitalnya. Islam memberikan langkah preventif agar tidak terjerumus ke dalam lembah maksiat itu dengan memerintahkan setiap muslim atau muslimah menahan dan memelihara pandangan mereka. Tidak melihat aurat orang lain. Atau, memperlihatkan aurat sendiri kepada orang lain.

Cermati bagaimana Islam memberikan langkah preventif agar tidak terjerumus ke dalam kemaksiatan. “(Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih Suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Mahamengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya …)”. (QS. An-Nuur: 30-31).

Mata, kata Imam Al-Qurthubi, adalah pintu terlebar menuju hati. Ia menjadi sarana efisien pemicu segala macam dosa dan maksiat. Seorang muslim harus berupaya optimal guna memelihara kesucian pandangannya. Ketika kita ingin hati ini suci maka mata dulu yang musti kita sucikan. Ingat pada sebuah hadits riwayat Imam Al-Bukhari, Hasan menegur Sa’id bin Abi Al-Hasan saat Sa’id bercerita bahwa wanita bukan Arab menampakkan dada dan rambut mereka? Hasan berkata: “Palingkan pandanganmu!

Atau, contoh lain di masa Rasul dulu, para sahabat sering duduk-duduk di pinggir jalan untuk ngobrol. Cerita ini terdapat dalam hadits Imam Al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Sa’id Al-Khudriy, Rasul bersabda: “Kalian jangan duduk-duduk di pinggir jalan“. Sahabat menjawab: “Kami duduk-duduk itu hanya sekadar ngobrol“. “Jika kalian enggan untuk tidak duduk-duduk di pinggir jalan, maka kalian harus mematuhi hakDalam Islam, Bolehkah Menuntut Pemenuhan Hak?. Read more ... » jalan itu“, timpal Rasul. “Apakah hak-hak jalan itu?” Tanya sahabat. “Tundukkan pandangan kalian …). Atau, sebuah hadits, Rasul berpesan kepada Ali bin Abi Thalib: “Jangan kau lanjutkan pandangan pertama dengan pandangan kedua. Karena, pandangan pertama itu masih dimaafkan, sementara pandangan kedua menjadi pandangan dosa“.

Anda bisa mencermati, hanya sekadar kita melihat wanita melangkah di jalan, Rasul meminta agar kita memelihara pandangan. Tidak malah tertegun melihat wanita, sambil terus melihatnya tanpa kedip. Jadi, hanya orang waras yang masih memakai baju saat keluar rumah. Dan, fitrah kita pun akan malu melihat orang telanjang berjalan di jalanan umum. Maka, sangat gamblang hukumnya, bagaimana jika seseorang menonton film porno. Ia dengan begitu leluasa melihat seluruh bagian tubuh orang lain tanpa ditutupi oleh sehelai pun busana. Apalagi, na’udzubillah, ditambah suguhan adegan hubungan intim. Tradisi binatang yang ditiru oleh makhluk berakal bernama manusia. Melakukan hubungan seksual di tempat terbuka, tak peduli dilihat makhluk lain. Itu bukanlah perilaku manusia yang beradab dan beretika. Orang yang menikmati suguhan itu pun sama saja.

Film Porno Bukan Konsumsi Suami Isteri

Tipikal manusia memang pintar berkelit dengan berbagai justifikasi untuk menghalalkan sesuatu yang diharamkan atas nama pembelajaran, atas alasan menambah pengetahuan, dan sebagainya. Seperti pertanyaan seorang isteri di salah satu negaraTips Mengelola Keuangan dengan Baik. Read more ... » Arab kepada Syeikh Abdurrahman As-Suhaim dalam sebuah majlis fatwa. Ia bertanya: saya seorang isteri, bolehkah saya menonton film porno agar saya bisa melayani suami saya lebih baik lagi. Atau, kalau pun tidak boleh, apakah hanya untuk sekadar pengetahuan, nonton film porno tidak boleh? Syeikh As-Suhaim menjawab: Anda tidak boleh melihat film porno, apapun alasan yang Anda kemukakan. Siapapun yang melihat film itu, ia berdosa, karena telah melihat sesuatu yang Allah haramkan.

Kalau orang yang belum menikahRibuan Wanita Nigeria Unjuk Rasa Agar Dipermudah Untuk Menikah. Read more ... » menonton film porno, tentu yang akan ditakutkan adalah dampaknya. Tetapi, bagi suami-isteri, justifikasinya, malah akan meningkatkan keintiman dalam berhubungan. Maaf, itulah yang dinamakan mencari seribu alasan untuk mengikuti hawa napsu. Anda dapat menelaah bahwa tujuan pernikahan untuk menciptakan ketenangan batin antara lelaki bersama perempuan. Ketenangan itu, seperti yang Anda tahu merupakan anugerah yang Allah berikan kepada orang-orang yang Dia cintai. Kebahagiaan itu adalah nikmat yang Allah curahkan pada orang-orang yang benar-benar memelihara tubuh dan kesucian dirinya dari dosa dan maksiat.

Allah berfirman: (Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir). (QS. Ar-Ruum: 21). Akankah kemudian hasrat yang tumbuh dari perilaku sepasang suami-isteri yang mengkonsumsi film porno adalah hasrat positif? Hasrat yang dibangun dari hasil menikmati sesuatu yang Allah sangat murkai. Bagaimana jika perilaku pemanfaatan secara negatif kemajuan teknologi tersebut berekses terhadap pertumbuhan putra-putri yang lahir dari hasil menikmati fim porno. Bukankah salah satu alasan, seorang muslim dan muslimah membangun biduk rumah tangga adalah agar tidak terjerumus dalam lembah perzinaan. Lalu, akan menjadi riskan, ketika justru setelah menikah, dengan berbagai justifikasi, kita malah melegalisasi pengkonsumsian film porno. Logika aneh. Wallahu a’lam []

(13829)

Recommended

2 Comments

Leave a Comment