Fiqih

Hukum Undian Berhadiah Dalam Islam

Oleh : Taryudi, Lc.

 

NOORMUSLIMA.COM-Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.       

Ustadz yang dirahmati Allah, apa hukumnya undian berhadiah? Baik bagi penyelenggara dan pesertanya? Jazakallah.

[Nisa-Hongkong]

Jawaban

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Undian pada dasarnya dibolehkan. Itu biasa disebut dengan istilah qur’ah. Rasulullah Saw. juga biasa melakukan undian. Ini bisa kita ketahui, misalnya ketika beliau mengundi para isterinya siapa yang diantara mereka yang berhak menemani beliau dalam sebuah perjalanan. Untuk tujuan perang atau lain sebagainya.

Terkait hukum undian berhadiah bisa diperinci sebagai berikut. Setidaknya ada kriteria penting yang menjadikan undian berhadiah dihukum haram atau dipandang boleh menurut syariat. Jika haram, maka baik penyelenggara atau peserta dihukumkan melakukan perbuatan dosa.

Undian berhadiah yang haram adalah saat ada keharusan bagi peserta undian itu untuk membayar sejumlah uang atau apapun yang senilai dengan uang itu kepada pihak panitia penyelenggara undian. Maka, biaya hadiah bagi pemenang diambil dari dana yang telah dikumpulkan oleh panitia dari para peserta. Bila demikian maka undian tersebut telah berubah menjadi ajang perjudian yang diharamkan.

Sebagai contoh, sebuah LSM atau yayasan menyelenggarakan undian berhadiah. Untuk mengikuti undian tersebut, setiap peserta diharuskan mengeluarkan biaya Rp. 5.000. peserta yang berpartisipasi dalam undian itu berjumlah setengah juta orang.  Maka, biaya yang berhasil dikumpulkan panitia sebesar Rp. 500.000.000,-. Pihak penyelenggara masih memperoleh keuntungan bila dana untuk hadiah dikeluarkan hanya Rp. 300.000.000,- Undian dengan bentuk seperti ini disebut judi dan hukumnya haram.

Sebab, hakikat perjudian adalah dua belah pihak atau lebih masing-masing mengeluarkan         uang dan uang itu digunakan untuk membeli hadiah. Kemudian, mereka menyelenggarakan permainan, peserta yang menjadi pemenang berhak memperoleh hadiah tersebut.

Adapun undian yang tidak dihukumkan haram adalah bila penyelenggara tidak mengutip biaya hadiah dari peserta. Contoh, sebuah supermarket mempublikasi undian berhadiah bagi para pembelinya. Dengan ketentuan, pembeli yang nilai belanjanya mencapai angka Rp. 50.000,. melalui promosi tersebut pihak supermarket bisa memancing pembengkakan jumlah pembeli dan itu menaikkan keuntungan supermarket.

Undian jenis ini tidak digolongkan haram, bila pihak supermarket dari awal telah menyiapkan budget (anggaran) dana untuk pembelian hadiah. Keuntungan yang diperoleh karena pertambahan jumlah pembeli, bukan karena keikutsertaan pembeli sebagai syarat ikut undian. Tidak haram juga, bila barang yang mereka beli sebanding dengan harganya. Jika pembeli mengeluarkan biaya yang tidak sebanding dengan harga barang, ini baru diharamkan. Sebab, kelebihan dari harga biasa itulah yang digunakan untuk biaya penyediaan hadiah undian. Wallahu a’lam

Walaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh (2130)

The following two tabs change content below.
Author Image

manager

Biografi manager.....
Author Image

Latest posts by manager (see all)

Recommended

2 Comments

  • Author Image

    dian 06/03/2013 at 15:26

    Mau bertanya lebih lanjut tentang undian berhadiah

    di kalangan saya, terdapat banyak teman2 yg menjadi pemburu hadiah lewat jejaring sosial atau media promosi terbatas. Adakalanya kawan saya itu lihai membaca peraturan. Contohnya untuk memperbesar menang, dia membuat akun palsu facebook/tweeter atau memodifikasi internet/software yang akibatnya memprebanyak poin yg dibatasi 1 klik saja. Suatu ketika saya diawari ikut meramaikan. pada saat itu saya merasa ada cara2 curang yg kawan saya lakukan supaya menang. Bagaimana pendapat uztads?

    Reply

  • Author Image

    hukumfb 17/10/2013 at 14:24

    ini penting sekali diketahui sebagai modal dalam mengarumi kehidupan yang banyak sekali tidak jelasnya

    Reply

Leave a Comment