Fiqih

Pengertian Masa Iddah Wanita dalam Islam

NOORMUSLIMA.COM- Masa iddah ialah, suatu masa yang harus dilalui oleh seorang wanita karena perpisahan dengan suaminya. Baik itu bercerai ataupun ditinggal mati suaminya. Selama masa iddah ini, seorang wanita tidak boleh melakukan pernikahan dengan ataupun tanpa alasan. Adanya masa iddah ini adalah demi kepentingan wanita sendiri, boleh dibilang untuk pengosongan rahim/untuk memastikan bahwa di dalam Rahim seorang wanita tidak terdapat sisa benih dari suami sebelumnya.

 

Masa Iddah seorang wanita berbeda-beda menurut keadaan yang sedang di alami wanita.

  1. Saat wanita bercerai dengan suaminya dan dalam keadaan hamil, maka masa Iddahnya adalah sampai anaknya lahir. Ini dimaksudkan, agar saat anak lahir dia mempunyai ayah dan berhak atas nafkah sang ayah. Seperti firman Allah:

Dan bagi wanita-wanita yang hamil, maka Iddahnya mereka apabila mereka telah bersalin.[QS.Talaq:4]

  1. Saat wanita bercerai dengan suaminya tanpa dalam keadaan hamil, maka masa Iddahnya selama 3x suci. Seperti yang diterangkan dalam Alqur’an. “Perempuan-perempuan yang di ceraikan suaminya hendaklah menahan diri mereka (menunggu) selama 3x suci”. [QS.Al-baqarah: 228]

Contohnya, ketika bercerai dalam keadaan suci, maka Iddahnya akan berakhir saat haid yang ke tiga kalinya.

  1. Iddah wanita yang ditinggal mati suaminya ialah selama 4 bulan 10 hari. Berdasarkan:

“Dan orang-orang yang mati diantara kamu, serta meninggalkan istri-istri, hendaklah mereka istri-istri menunggu 4 bulan 10 hari. Kemudian apabila telah sampai pada Iddah mereka, maka tidak ada dosa bagimu mengenai apa yang mereka kerjakan, terhadap diri mereka menurut cara yang patut. Dan ALLAH mengetahui apa yang kamu kerjakan. [QS. Al-Baqarah:234].  [putri] (11222)

The following two tabs change content below.
Author Image

manager

Biografi manager.....

Recommended

Leave a Comment